Pembangunan Masjid Sultan Riayat Syah Terus Dilanjutkan

BATAM – Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjunguncang, Batuaji masih dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19. Hanya pengerjaan, tempat wudhu wanita di basement dan mengecat lantai basement

“Pengerjaan lanjutannya hanya sedikit tahun ini, tempat wudhu sama mengecat basement dengan epoxi. Supaya bersih dan dipel. Dan kendaraan bisa melintas di atasnya,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (DTR-CK) Kota Batam, Suhar, Rabu (2/5).

Saat ini, pihaknya masih konsen menyempurnakan bangunan Masjid Sultan Riayat Syah. Namun, karena kondisi pandemi, pembangunan ini tidak membangun pelayanan-pelayanan lainnya.

“Kita masih konsen menyempurnakan masjid ini dengan pertimbangan tidak mengganggu kebutuhan lainnya,” jelas Suhar.

Suhar mengatakan, tahun ini juga tengah menanam pohon kurma sekeliling masjid. Sehingga suasana masjid akan semakin indah dan rindang.

“Kemarin kita ada tanam pohon kurma tapi yang hidup hanya beberapa. Tahun ini kita tanam lagi,” jelas Suhar.

Suhar menambahkan pembangunan masjid ini bersifat fleksibel akan dikerjakan sesuai anggaran yang telah tersedia. Sementara, menara lainnya masih belum dikerjakan, sedangkan menara utama sudah berdiri tegak.

“Untuk menaranya saja, tiangnya sudah dibuat. Kalau anggaran kecil kita kerjakan yang kecil dulu,” ucap mantan Kabid PU Kota Batam itu.

Pada pertengahan September 2019 lalu, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diresmikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Masjid terbesar di Sumatera ini memiliki luas bangunan bekisar 58 ribu meter persegi, mulai dari basement sampai lantai atas.

Mesjid ini berarsitektur Arab, Turki, dan Melayu. Lalu memiliki enam menara, satu diantaranya menara utama setinggi 99 meter, dihiasin dengan payung mebran pemanen seperti yang ada di Mekkah. (hbb)

Sumber: POSMETRO.CO